Menghindari Kesombongan
Kesombongan, atau ujub dalam istilah Islam, sering
kali menjadi penghalang terbesar dalam perjalanan spiritual kita. Sikap sombong
dapat mengaburkan pandangan kita terhadap hakikat diri dan hubungan kita dengan
Allah serta sesama manusia. Tokoh-tokoh Muslim bijaksana dari masa lalu telah
memberikan pencerahan tentang pentingnya menghindari kesombongan dan
menumbuhkan sikap kerendahan hati. Berikut adalah beberapa kata-kata bijak yang
dapat menginspirasi kita untuk menjaga kerendahan hati dan menghindari
kesombongan.
![]() |
| Gambar oleh DelilanVan dari Pixabay |
1. Imam Ali bin Abi Talib
Imam Ali, sepupu dan menantu Nabi Muhammad SAW, dikenal
dengan kebijaksanaannya dalam berbagai aspek kehidupan. Beliau berkata:
"Kesombongan adalah kegelapan yang menutup hati dari
kebenaran dan membuat seseorang lupa akan kelemahan dan ketergantungannya
kepada Allah."
Kata-kata ini mengingatkan kita bahwa kesombongan adalah
bentuk kebutaan spiritual. Ketika kita merasa lebih unggul dari orang lain,
kita menutup diri dari cahaya kebenaran dan mengabaikan realitas ketergantungan
kita pada Allah. Kerendahan hati memungkinkan kita untuk lebih dekat dengan
kebenaran dan memperkuat hubungan kita dengan Tuhan.
2. Jalaludin Rumi
Jalaluddin Rumi, seorang sufi besar, menulis tentang
pentingnya kerendahan hati dengan cara yang puitis dan mendalam:
"Kesombongan adalah belenggu yang menghalangi kita
untuk melihat kebaikan dalam diri sendiri dan orang lain. Dengan hati yang
bersih, kita mampu menghargai setiap individu tanpa rasa iri atau tinggi
hati."
Rumi mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kesombongan
menghalangi kita dari menghargai dan mencintai orang lain. Hati yang bersih dan
rendah hati membuka jalan bagi hubungan yang lebih dalam dan lebih tulus dengan
sesama.
3. Umar bin Khattab
Umar bin Khattab, salah satu Khalifah Rasyidin, memberikan
nasihat berharga tentang kesombongan:
"Tidak ada yang lebih menghinakan daripada kesombongan,
karena dia yang merasa lebih tinggi dari yang lain sedang mengabaikan hakikat
kesetaraan kita di hadapan Allah."
Beliau mengingatkan kita bahwa kesombongan bukan hanya
merendahkan orang lain tetapi juga melupakan kenyataan bahwa semua manusia
setara di hadapan Allah. Dalam Islam, setiap individu memiliki martabat yang
sama, dan kesombongan hanya akan menyingkirkan kita dari nilai-nilai kebenaran.
4. Ibnu Qayyim Al-Jawziyya
Ibnu Qayyim Al-Jawziyya, seorang ulama besar, menulis
tentang dampak kesombongan terhadap kebajikan:
"Kesombongan hanya akan menghancurkan kebajikan dan
kebaikan yang ada dalam diri kita. Kerendahan hati, di sisi lain, membuka pintu
untuk rahmat dan kebijaksanaan."
Beliau menjelaskan bahwa kesombongan tidak hanya merusak
hubungan kita dengan orang lain tetapi juga menghapuskan nilai-nilai baik yang
ada dalam diri kita. Dengan kerendahan hati, kita menciptakan ruang untuk
rahmat dan kebijaksanaan dalam hidup kita.
Kesimpulan
Kata-kata bijak dari tokoh-tokoh Muslim ini mengajak kita
untuk merenung dan berusaha menghindari kesombongan dalam kehidupan
sehari-hari. Mengingat bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah anugerah
dari Allah dapat membantu kita menjaga sikap rendah hati dan memperkuat
hubungan kita dengan Tuhan dan sesama. Semoga kita semua dapat menerapkan
kebijaksanaan ini dalam hidup kita dan terus berkembang dalam kerendahan hati.
Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan inspirasi untuk
menumbuhkan sikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.

Post a Comment
Post a Comment