| Gambar oleh chiplanay dari Pixabay |
Setiap pagi matahari bersinar, burung-burung berkicauan dan embunpun menetes jatuh ke bumi. Entah sampai kapan semua keindahan dan kedamaian ini akan terjadi. Mungkin, jika tahun 3003 masih ada, semua itu akan tetap berjalan seperti saat ini, karena semua itu telah menjadi rutinitas yang tidak pernah bisa dirubah kecuali ketetapan hari akhir telah tiba.
Seandainya matahari, burung dan embun bisa berbicara, maka ketika ditanya "Mengapa engkau tidak merasa bosan terus hidup seperti ini?" Mungkin mereka akan menjawabnya dengan satu kalimat " Aku sangat bersyukur"
Jawaban yang sangat simpel tapi mendalam dan penuh makna.
Jawaban itu terlontar dari sebuah pengetahuan yang telah lama hadir pada diri mereka sejak mereka diciptakan. Matahari, burung dan embun mengetahui dengan sadar siapa diri mereka, bagaimana posisi mereka,dan bagaimana dia harus berbuat untuk menghormati Sang Khaliq-Nya.
Kesadaran diri merupakan tombak awal perubahan untuk menjadi lebih baik. Sadar akan diri sendiri sebagai makhluk Illahi, sadar akan apa yang harus diperbuat serta sadar akan kekuatan dan posisi kita.
Sadarkan juga bahwa setiap diri punya Pelindung yang akan selalu menjaga, mendengarkan keluhan hati dan melihat semua tingkah laku pribadi, yaitu Sang Khaliq Alloh SWT. Karena dengan kesadaran akan hal itu, maka jawaban "Aku sangat bersyukur" pun pasti akan terucap dari mulut ini.
Bila masa lalu menjadi sebuah cermin yang memantulkan keburukan di masa kini dan menjadi batu penghalang yang menghalangi jalan tuk kembali pada-Nya, maka hancurkanlah batu itu dengan kekuatan dream untuk bisa kembali pada Sang Khaliq.
Bagaimanapun juga dream merupakan langkah awal untuk melangkah menuju lebih baik. Begitu dream itu tercipta, maka kita harus mengiringinya dengan usaha dan doa untuk menguatkan diri demi menggapai semua dream yang telah tercipta dalam hati.
Let's get dream, then work and don't forget to pray Alloh.
By. Rose
Post a Comment
Post a Comment