Dahulu di ceritakan dari buyut saya yang bernama alm. Hj. Nursilah binti Sastra, sebelum dalem Wirakanta silem (ngahiang) seluruh keluarga di kumpulkan, kemudian di masuk kesebuah pucuk daun pisang yang masih melingkar, sejak saat itu keberadaannya di dunia lenyap. Setelah dalem Wirakanta silem tumbuh pepohonan besar mengelili tempat tersebut. Lokasi tersebut sampai sekarangpun masih ada yaitu berada di Desa Dayeuhluhur, dan orang - orang sekitar menyebut tempat tersebut dengan sebutan gunung dayeuh handap, tidak banyak cerita tentang dalem Wirakanta, ataupun keluarganya. Didalam situs tersebut terdapat sebuah tumpukan batu seperti makam, sebagai tanda eyang dalem Wirakanta silem, dan ada sebuah batu besar yang ada lekukannya tertutup batu titpis melengkung seperti tutup panci, konon katanya bahwa dari air tersebut jika di pakai cuci muka maka wajah kita akan awet muda, tetapi airnya harus di kuras dulu sampai kering, tunggu beberapa saat sampai air di batu tersebut penuh kembali, baru air di pakai cuci muka. "Wallahu A'lam Bishawab".
![]() |
| Ilustrasi |
Disamping itu juga di cerikan bahwa di sana ada ular jadi - jadian sebesar mobil tangki penunggu tempat tersebut, dan tempat tersebut juga di percaya oleh sebagian orang, jika ada yang mengginginkan pekerjaan (Pegawai Pemerintah) ataupun usaha nya lancar harus berjiarah ke tempat tersebut dengan tata cara tertentu. "Wallahu A'lam Bishawab".
Dalem Wirakanta merupakan salah satu karuhun (leluhur) Desa Dayeuhluhur - Jatinagara - Ciamis
Dalem Wirakanta merupakan salah satu karuhun (leluhur) Desa Dayeuhluhur - Jatinagara - Ciamis

Post a Comment
Post a Comment