Kata Bijak Jalaluddin Rumi - Part2

Post a Comment

 

jalaluddin rumi,maulana jalaluddin rumi,maulana rumi,molana rumi poetry,animated rumi,molana rumi hikayat,life story of molana rumi,molana rumi poetry in urdu,maula e room,maulana,molana rumi documentary in urdu,sufi movie,sufi kalam,rumi,helping confused muslims,animated sufi movie,sufism,molana,islamic movie,mevlana,masnavi,mathnavi,rumi series,sufi,rumi biography,rumi life story,waqiat,mrehan,history,hakayat,documentary,800 years ago,konya
Gambar oleh Hans Braxmeier dari Pixabay

  1. Ketika aku jatuh cinta, aku merasa malu terhadap semua. Itulah yang dapat aku katakan tentang cinta.
  2. Kau senantiasa menari di dalam hatiku, meski tak seorang pun melihat-Mu, dan terkadang aku pun ikut menari bersama-Mu.
  3. Ada lilin di dalam hati Anda, siap untuk dinyalakan. Ada kekosongan dalam jiwa Anda, siap untuk diisi.
  4. Apa yang menyakitimu, memberkatimu. Kegelapan adalah lilinmu.
  5. Bulan tetap terang ketika tidak menghindari malam
  6. Di dalam cahaya-Mu aku belajar mencintai. Di dalam keindahan-Mu aku belajar menulis puisi.
  7. Cahayalah yang membuat warna dapat dilihat: di malam hari Merah, hijau, dan coklat muda hilang dari pandanganmu.
  8. Setiap orang melihat sesuatu yang tak terlihat menurut kadar cahayanya. Semakin sering ia menggosok cermin hatinya, semakin jelaslah ia melihat segala.
  9. Mata hati punya kemampuan 70 kali lebih besar untuk melihat kebenaran dari pada indra penglihatan.
  10. Hati saya begitu kecil, hampir tak terlihat. Bagaimana Anda bisa menempatkan kesedihan besar di dalamnya? Dengar, Dia menjawab, Mata Anda lebih kecil, namun mereka melihat dunia.
  11. Hari ini, seperti hari lainnya, kita terjaga dengan perasaan hampa dan ketakutan.
  12. Ketakutanmu terhadap maut sesungguhnya adalah ketakutanmu terhadap dirimu sendiri.
  13. Luka adalah tempat di mana cahaya masuki Anda.
  14. Berhenti merasa Anda begitu kecil. Anda adalah alam semesta yang bergembira.
  15. Jangan pergi ke arah yang gelap, karena matahari masih ada.
  16. Tuhan telah memasang tangga di hadapan kita, kita harus mendakinya, setahap demi setahap.
  17. Isi aku dengan anggur dari sunyi-Mu, biarkan anggur itu merendam pori-poriku, hingga Keindahan dari Yang Maha Agung akan terungkap bagiku.
  18. Hati manusia selalu terbuka dan dapat menerima segalanya: semua yang baik dan buruk menjadi bagian dari Sufi.

Related Posts

Post a Comment